Download Aplikasi Android Terbaru Gratis

Tuesday, December 6, 2016

Sistem Informmasi Geografis pada Budidaya

Sistem Informmasi Geografis pada Budidaya


  • Judul : Potensi dan Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) di Sekitar Perairan Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan
  • 2012

Sistem Informmasi Geografis pada Budidaya

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi yang berdasar pada data keruangan dan merepresentasikan obyek di bumi. Dalam SIG sendiri teknologi informasi merupakan perangkat yang membantu dalam menyimpan datas, memproses data, menganalisa data, mengelola data dan menyajikan informasi. SIG merupakan sistem yang terkomputerisasi yang menolong dalam me-maintain data tentang lingkungan dalam bidang geografis. SIG selalu memiliki relasi dengan disiplin keilmuan Geografi, hal tersebut memiliki hubungan dengan disiplin yang berkenaan dengan yang ada di permukaan bumi, termasuk didalamnya adalah perencanaan dan arsitektur wilayah.
Data dalam SIG terdiri atas dua komponen yaitu data spasial yang berhubungan dengan geometri bentuk keruangan dan data attribute yang memberikan informasi tentang bentuk keruangannya. Menurut pendapat tersebut dapat dipahami bahwa, isi aktifitas pada bidang SIG merupakan integrasi dari beragam bidang keilmuan yang didasarkan pada peruntukan aktifitas SIG tersebut dilakukan. Implementasi dari pelaksanaan kegiatan tersebut tidak selalu mengacu pada penyertaan komputer sebagai salah satu elemen pada sistem informasi.
Penginderaan jauh  adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, misalnya dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain.
Penggunaan teknologi SIG dan penginderaan jauh satelit pada kegiatan budidaya perairan sangat berperan dalam menentukan lokasi yang strategis dan sesuai untuk kegiatan budidaya. Peran lainnya adalah dapat mengetahui faktor-faktor yang mendukung kegiatan budidaya, dimana faktor-faktor tersebut dapat mengoptimalkan kegiatan budidaya yang akan dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan.

 SIG pada Lahan Budidaya Rumput Laut

Sistem Informmasi Geografis pada Budidaya
Penelitian dilakukan dengan metode survei langsung ke lokasi penelitian untuk mengekstrak karakteristik hidro-dinamika-oseanografi yang memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan rumput laut. Metode yang digunakan untuk mengetahui potensi lahan budidaya rumput laut eksisting dilakukan dengan cara mengelilingi hamparan budidaya rumput laut dengan menggunakan perahu motor sambil merekam posisinya dengan menggunakan Global Potisioning System (GPS), posisi tercatat dengan format UTM (Universal Transver Marcator). Posisi hasil perekaman di lapangan selanjutnya dianalisis dengan memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Masih dengan analisis yang sama, dilakukan input data parameter kesesuaian lahan dalam SIG dan akan dihasilkan peta kesesuaian lahan budidaya rumput laut di perairan sekitar Kabupaten Wakatobi.
Hasil penelitian yang didapatkan antara lain adalah nilai parameter fisika yang meliputi kecerahan dana kedalaman, substrat dasar dan arus, suhu, pH dan salinitas serta didapatkan pula nilai parameter kimia yang meliputi kandungan oksigen terlarut dan bahan organik total, kandungan ammonia (NH3), nitrit dan nitrat serta kandungan logam dan mineral.
  • Artikel ini hanya tugas kuliah, kesalahan atas informasi yang tersedia bukan tanggung jawab penulis.
  • Untuk informasi lebih lanjut mengenai SIG bisa dilihat pada jurnal dan buku yang ada.

Sistem Informmasi Geografis pada Budidaya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: heri aji